Tulip Fever
- Kesenian

Kisah Cinta Tak Terpisahkan dalam Tulip Fever

Kisah cinta memang selalu jadi hal utama yang adang membuat sebuah film terasa meyenangkan untuk dilihat. Kisah cinta pula yang membuat sesuatu terasa berbeda, kadang juga beberapa film menjadikan konflik percintaan antara tokohnya sebagai inti atau poin terpenting dalam sebuah garapan, namun tak jarang yang justru hanya menjadikan intrik percintaan sebagai sampingan yang menguatkan nuansa keruh di bagian konflik.

Sudah banyak sekali kisah percintaan dengan berbagai genre film dan plot yang dihadirkan ke hadapan para movie enthusiast. Ceritanya beragam, dengan tingkat keromantisan yang beragam pula, namun tentunya tiap kisah cinta memiliki masalahnya sendiri, entah mengukur sekuat apa sebuah kisah cinta hingga mampu terus berjalan setelah dilanda badai besar, atau justru konflik yang akan menghancurkan kisah cinta yang pada awalnya sangat menggemaskan. Penonton seringkali di buat terpukau dengan hal-hal semacam itu.

Tulip Fever

Seperti kisah Romeo dan Juliet, atau kisah legendaris Rose dan Jack dalm film Titanic yang hingga kini bahkan masih membekas diingatan para movie enthuasiat. Cara penyajian tiap kisah cinta selalu penuh pertimbangan dan detil yang meyakinkan. Porsinya selalu dibuat pas, sehingga penonton merasa kisah cinta itu terasa sangat nyata, seperti kisah dalam Tulip Fever.

Cinta yang Kuat Menuansakan  Sisi Romantik Dengan Cermat

Film berjudul Tulip Fever merupakan film yang tayang pada bulan February lalu, tepatnya tanggal 24 February 2017 di USA. Pemilihana waktu penayangan yang baik karena akhirnya film ini menjadi salah satu pilihan yang dituju para movie enthuasiat. Kisah cinta dalam Tulip Fever tak kalah romantic dengan kisahnya Rose dan Jack. Selain itu, film ini juga mendapatkan ratting yang cukup bagus setelah ditayangkan secara global

Film ini disajikan dalam genre drama romantic yang mampu memnculkan sisi melankolisnya dengan baik. Tulip Fever sendiri sebenarnya berasal dari sebuah novel dan diadaptasi oleh Sir Tom Stoppard menjadi sebuah scenario bagi para aktor yang terlibat. Novelnya sendiri terbilang bagus, hingga mampu menarik perhatian industry perfilman Hollywood untuk mengadaptasinya jadi sebuah film. Novel yang menjadi tonggak lahirya Tulip Fever adalah novel yang memiliki judul yang sama, ditulis oleh Deborah Moggach.

Film ini merupakan film hasil kerjasama bandungadvertiser industry perfilman inggris dan Amerika sehingga film ini digarap oleh beberapa rumah produksi, seperti Film Worldview Entertainment dan Ruby Films. Untuk distributor Tulip Fever sendiri, akan hadir Film The Weinstein Company (United States), Paramount Pictures (International). Film ini menjadi hasil adaptasi yang cukup menarik, apalagi proses pengambilan gambar dilakukan di beberapa tempat, seperti, Norwich Cathedral, Norwich, Norfolk, England, UK.