Tulip Fever
- Kesenian

Film Tulip Fever Berlatarkan Amsterdam abad 17

Film besutan sutradara bernama Justin Chadwick ini, selain memanfaatkan proses pengambilan gambar di beberapa tempat sebagai daya tarik utama, juga mengambil setting pada era abad ke 17 di Amsterdam. Hal ini menjadikan Tulip Fever cukup menarik. Tim produksi secara andal dan penuh kecermatan, berhasil menggambarkan nuansa kehidupan Amsterdam di abad 17.

Cara penggamabaran kehidupan di abad ke 17 dalam film ini dibuat dengan detil. Bagaimana kehidupan masyarakatnya, seolah memperkenalkan kearifan lokal Amsterdam di abad 17 yang tak heran, memang sangat menarik. Belum lagi dengan penggambaran kentalnya nuansa klasik, berhasil menghidupkan sederetan tulisan dari buah pemikiran Deborah Moggach menjadi kehidupan yang nyata, bahkan mampu merasuk dalam jiwa penonton. read more

Tulip Fever
- Kesenian

Kisah Cinta Tak Terpisahkan dalam Tulip Fever

Kisah cinta memang selalu jadi hal utama yang adang membuat sebuah film terasa meyenangkan untuk dilihat. Kisah cinta pula yang membuat sesuatu terasa berbeda, kadang juga beberapa film menjadikan konflik percintaan antara tokohnya sebagai inti atau poin terpenting dalam sebuah garapan, namun tak jarang yang justru hanya menjadikan intrik percintaan sebagai sampingan yang menguatkan nuansa keruh di bagian konflik.

Sudah banyak sekali kisah percintaan dengan berbagai genre film dan plot yang dihadirkan ke hadapan para movie enthusiast. Ceritanya beragam, dengan tingkat keromantisan yang beragam pula, namun tentunya tiap kisah cinta memiliki masalahnya sendiri, entah mengukur sekuat apa sebuah kisah cinta hingga mampu terus berjalan setelah dilanda badai besar, atau justru konflik yang akan menghancurkan kisah cinta yang pada awalnya sangat menggemaskan. Penonton seringkali di buat terpukau dengan hal-hal semacam itu. read more